B.5. Bidang Pertahanan dan Keamanan
Mewujudkan postur pertahanan dan keamanan yang kuat, adaptif, dan lincah dengan dukungan inovasi inovasi teknologi Kecerdasan Artifisial
Riset dan inovasi industri di bidang Hankam dilaksanakan oleh industri-industri pertahanan yang berada dibawah kewenangan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Merujuk kepada Buku Putih Pertahanan Indonesia dan Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakumhanneg) 2015-2019, pembangunan industri pertahanan belum diarahkan pada teknologi Kecerdasan Artifisial baik pada aspek penelitian dan pengembangan, pengaplikasian maupun pengimplementasiannya pada alat dan peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam).
Di samping itu belum ada kebijakan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengenai penguasaan pada teknologi Kecerdasan Artifisial.
DENGAN DIBENTUKNYA KOLABORASI RISET DAN INOVASI INDUSTRI KECERDASAN ARTIFISIAL (KORI-KA), INDUSTRI PERTAHANAN DIHARAPKAN MENJADI SALAH SATU KOMPONEN DALAM QUAD-HELIX.
Memperhatikan arahan Presiden pada tanggal 7 Juli 2020 bahwa TNI dan Polri harus segara menguasai teknologi Kecerdasan Artifisial, Big Data dan otomasi, maka kebijakan pada industri pertahanan wajib diarahkan pada penelitian dan pengembangan, pengaplikasian maupun pengimplementasiannya pada alpalhankam.
Untuk itu diharapkan riset dan inovasi industri bidang Hankam akan mampu menghasilkan beragam produk berbasis teknologi Kecerdasan Artifisial guna mendukung TNI melaksanakan tugas-tugasnya dalam pertahanan militer dan nirmiliter serta mendukung tugas-tugas Polri pada dalam keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dengan dibentuknya Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORI-KA), industri pertahanan diharapkan menjadi salah satu komponen dalam quad-helix dimana KKIP menjadi komponen Pemerintah sedangkan industri-industri pertahanan menjadi komponen Industri.
Baca juga: AI Mengalahkan Pilot F-16 dengan 2000 jam terbang: Awal Era Dogfight Otonom?
Kunci penting dalam penyelenggaraan Hankam adalah penangkalan (deterrent) sehingga harus dibangun satu postur hankam yang kuat, adaptif, dan lincah didukung oleh kemampuan alpalhankam yang state-of-the-art, kekuatan alpalhankam yang memadai untuk mempertahakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari upaya pelanggaran kedaulatan oleh pihak asing dan menjaga kamtibmas dari gangguan-gangguan dalam negeri, serta disposisi kekuatan dan kemampuan yang seimbang di seluruh wilayah NKRI.
Maka riset dan inovasi industri Kecerdasan Artifisial bidang Hankam difokuskan pada pemanfaatan Kecerdasan Artifisial pada aspek-aspek analisa intelijen, pengambilan keputusan, wahana-wahana mandiri cerdas baik bergerak sendiri maupun berkelompok (swarm) yang beroperasi di beragam media, persenjataan maju, dukungan logistik, pemeliharaan prediktif, pengadaan, dan komunikasi aman dalam kerangka Cognitive Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (Cognitive C4ISR) guna mendukung operasionalisasi Network-Centric Warfare (NCW) baik pada tataran strategis, operasional, maupun taktis.
Cybersecurity & AI: Pertarungan Antara Hacker dan Sistem Cerdas
5 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final Bagian Dua
6 bulan yang lalu
Sang Muse Algoritmik: Panduan Lengkap AI dalam Produksi Musik Modern—Dari Pembuatan Beat hingga Mastering Final
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital Bagian Kedua
6 bulan yang lalu
AI dan Seni: Kiamat Kreatif atau Era Baru Kolaborasi? Panduan Lengkap untuk Seniman Digital
6 bulan yang lalu
AI untuk Skripsi: Panduan Lengkap Memanfaatkan Kecerdasan Buatan sebagai Asisten Akademik Pribadi Anda Part 2
6 bulan yang lalu