Pencarian
Internasional

Rivalitas Nuklir India dan Pakistan, Membuat Konflik Jadi Sangat Berbahaya

Sejak ujicoba nuklir pertama India "Smiling Budha" pada 1974, Pakistan kemudian mendeklarasikan akan "makan rumput" demi mengembangkan nuklir. Kini kedua negara memiliki hampir 200 hulu ledak nuklir.

Prompter JejakAI
Kamis, 8 Mei 2025
Oleh: IP
JejakAI
Leonardo.AI

Insiden Ketegangan Nuklir

Perang Kargil (Mei–Juli 1999): Tak lama setelah kedua negara melakukan uji coba nuklir, pasukan Pakistan menyusup ke Kargil di Kashmir yang dikuasai India. Konflik ini berisiko meningkat ke eskalasi nuklir. Presiden AS Clinton turun tangan langsung, memperingatkan Pakistan bahwa mereka “bermain-main dengan perang nuklir”. Pada akhirnya, di bawah tekanan global, Pakistan setuju mundur, menghindari eskalasi nuklir.

Ketegangan Militer 2001–2002: Setelah serangan terhadap Parlemen India (Desember 2001) yang dituding dilakukan militan berbasis di Pakistan, India memobilisasi lebih dari 500.000 tentara di perbatasan. Pakistan juga memobilisasi pasukannya. Selama berbulan-bulan kedua angkatan bersenjata berhadapan dengan baku tembak artileri di Kashmir. Kekhawatiran akan konfrontasi nuklir meningkat. AS dan kekuatan lain kembali turun tangan; akhirnya, Presiden Pakistan Musharraf berjanji membongkar kamp militan, dan India menarik pasukannya.

Baca juga: Kabar Baik, Coding dan AI Segera Masuk Kurikulum SD

Krisis Balakot 2019: Pada 14 Februari 2019, serangan bunuh diri di Pulwama menewaskan 40 tentara India, dituding dilakukan kelompok JeM asal Pakistan. India membalas pada 26 Februari dengan serangan udara ke kamp pelatihan Jaish di Balakot, Pakistan-serangan lintas batas pertama sejak 1971. Pakistan membalas dengan serangan udara dan menembak jatuh MiG-21 India, menangkap pilotnya. Setelah situasi tegang, Pakistan membebaskan pilot tersebut dan kedua pihak menahan diri. Keputusan Pakistan membebaskan pilot menandai perubahan dari pola brinkmanship nuklir sebelumnya, menunjukkan adanya penahanan diri. Sepanjang krisis, kedua pihak saling mengancam akan “berjuang sampai akhir” jika terjadi serangan lanjutan, menyoroti bahaya laten nuklir bahkan dalam konflik terbatas.

Bagaimana kemampuan nuklir kedua negara ini?

Halaman 1 2 3 4
Komentar
Silakan lakukan login terlebih dahulu untuk bisa mengisi komentar.
JejakAI
Exploring AI for Humanity
JejakAI adalah situs web yang membahas berita, tren, dan perkembangan terbaru seputar kecerdasan buatan, menghadirkan analisis mendalam serta informasi terkini tentang inovasi di dunia AI.
Copyright © 2026 JejakAI. All Rights Reserved. | dashboard